Rosulullah saw telah menjelaskan bahwasanya hati merupakan tolok ukur kesempurnaan amal seorang hamba dan perbuatan hatilah yang dinilai oleh Allah swt. Oleh karenanya, amal seseorang bisa menjadi lebih sempurna bila hatinya bebas dari kotoran atau penyakit. Adapun yang jenis-jenis penyakit hati adalah sebagai berikut :
1. Hasad
Hasad adalah perbuatan yang tercela. Dari Abu Huroiroh ra berkata : Rosulullah saw bersabda : ” Janganlah kalian saling dengki, saling berlaku curang dalam jual beli, saling membenci, saling membelakangi (menjauhi) , dan janganlah membeli barang yang tengah ditawar saudaranya dan jadikanlah kalian hamba Allah yang bersaudara.” HR Muslim 2564, al Bukhori 6066)
2. Riya’ (ingin dilihat) dan Sum’ah (ingin didengar)
Riya’ ialah berbuat baik karena orang lain atau menginginkan agar orang2 bisa melihat apa yang dilakukannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah saw bersabda : ” Allah swt berfirman ” ” Aku adalah sekutu yang Maha Cukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan tidak Kuterima amal syiriknya itu .” (HR Muslim 2985)
3. Cinta yang bukan karena Allah dan Rosul-Nya
Dalam kehidupan manusia, cinta sering dicurahkan dalam bentuk dan tujuannya yang beragam. Ada dua bentuk cinta yaitu cinta karena Allah dan cinta karena manusia. Seseorang yang mencintai orang lain karena Allah dan Rosul-Nya, maka ia akan mengarahkan cinta itu sebagai media effektif untuk saling memperbarui dan saling introspeksi diri. Sudah sejauh mana pengabdian kita kepada Allah dan cinta model ini akan berujung kepada kepatuhan toal dan ketundukan tulus kepada Allah swt.
Obat mujarab Penyembuh Penyakit Hati
Gejala penyakit hati bisa teratasi dengan obat yang paling manjur yaitu Al Qur’an. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyaktiu hati) selain dari Al Qur’an dan As Sunnah maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
öqs9ur çm»oYù=yèy_ $ºR#uäöè% $|ÏJygõr& (#qä9$s)©9 wöqs9 ôMn=Å_Áèù ÿ¼çmçG»t#uä ( @ÏJygõ#uä @Î1ttãur 3 ö@è% uqèd úïÏ%©#Ï9 (#qãZtB#uä Wèd Öä!$xÿÏ©ur ( úïÏ%©!$#ur w cqãYÏB÷sã þÎû öNÎgÏR#s#uä Öø%ur uqèdur óOÎgøn=tæ ¸Jtã 4 Í´¯»s9‘ré& c÷ry$uZã `ÏB ¥b%s3¨B 7Ïèt/ ÇÍÍÈ
44. Dan Jikalau kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka
Dan obat yang kedua untuk mengantisipasinya adalah dengan meninggalkan larangan Allah swt.
Kesucian dan terhindarnya hati dari berbagai penyakti hati tergantung pada muhasabah (introspeksi/ mawasd diri) terhadap diri sendiri. Umar bin Khatab mengatakan “Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan persiapkanlah diri kalian sebelum hari kalian dihadapkan kepada Allah”
(Kebalen 11 Aug 08)
Ditulis oleh gembud
Ditulis oleh gembud 




Ditulis oleh gembud